SOUL

MATERI SOUL (Spirit of Unity Life) -- "KELOMPOK SEL"

ditulis oleh PDT.SAMUEL OEY (Phone:+62 81327 29 1993)
Gembala Sidang GPSdI "CITY of GOD" Purwokerto


Dapat di download selengkapnya di : 
http://soul.cityofgodministry.org/


Beberapa materi :

Kesetiaan syarat dasar menjadi tentara (8 MARET 2012)


Arti kesetiaan : berpegang teguh (pd janji, pendirian, dsb); patuh; taat: bagaimanapun berat tugas yg harus dijalankannya, ia tetap -- melaksanakannya; ia tetap -- memenuhi janjinya;
2 korintus 11:3
Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan ( digoda dan dirusak) dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Pada waktu kita ditebus dari dosa (bertobat) kita menerima "jaminan" keselamatan. Setelah itu ada tugas atau misi penting yang harus dikerjakan, dan harus disikapi dengan keteguhan seorang tentara. Yaitu untuk mempertahankan keselamatan. Tapi keselamatan dapat lepas atau hilang dari kita. Pada waktu "pikiran" kita : digoda dan dirusak oleh iblis. Seperti  Keadaan "hawa"
Pikiran hawa di goda dan dirusak melalui apa yang dia lihat :
Kejadian 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

Pikiran digoda dan dirusak dengan apa ? Sesuatu yang menarik hati
Menarik hati itu berangkat dari penglihatan. Bila menglihatan kita tidak diisi dengan hal-hal illahi maka yang akan masuk sesuatu yang menyesatkan. Apa yang menjadi keputusan dan tindakan kita tergantung apa yang kita lihat

Pelajaran tentang Kasih : Apa itu Kasih (18 MARET 2012)


Hal apa yang akan anda pikirkan apabila anda mendengar kata kasih? Banyak orang akan memikirkan tentang suatu hubungan. Dan itu adalah benar. Kasih adalah dasar utama seorang "kristen". Khususnya bagi seorang tentara Tuhan. beberapa macam kasih:

a.       Kasih yang tidak bersyarat/ kasih Ilahi (Agape)
b.       Kasih antara suami dan istri atau antara pasangan (Eros)
c.       Kasih dalam keluarga terutama antara anak dan orang tua (Storge)
d.       Kasih sesama teman atau kasih persaudaraan (Phileo)

Bahkan sesungguhnya dalam suatu kasih harus ada objek dimana seseorang dapat menunjukkan kasih dan sayang terhadap objek itu.

Mengenal kasih berarti mengenal Tuhan

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih [1Yohanes 4:8]

Cara yang terbaik untuk mendeskripsikan Tuhan tertulis pada ayat diatas. Saat kita memikirkan tentang Tuhan, kita tidak dapat memungkiri fakta bahwa Tuhan itu penuh dengan kasih. Bukti bahwa Dia mengirimkan AnakNya untuk mati di atas kayu salib untuk menebus segala dosa dan pelanggaran kita menunjukkan bahwa Dia sangat mengasihi kita dan tidak mau kita terpisah denganNya (Yohanes 3:16). Dia adalah Bapa yang menginginkan anak-anaknya untuk selalu dekat denganNya.

Allah dan kasih selalu bersamaan. Sama seperti siang dan matahari. Tidak mungkin bisa ada siang tanpa matahari. Begitu pula bila ada matahari, selalu ada siang. Mereka tidak dapat dipisahkan. Begitulah halnya Allah dan kasih. Bila kita melihat lebih dalam lagi mengenai kasih, kita akan menyadari bahwa kasih tidak dapat dilihat dan tidak dapat disentuh, namun dapat kita rasakan dalam hati kita. Allah pun sama. Walaupun kita tidak dapat melihat dan menyentuhNya, kehadiranNya dapat kira rasakan dalam hati kita.

Kasih dapat diwujudkan dalam kepribadian dari Allah. Alasan kita dapat mengasihi adalah karena Dia sudah terlebih dahulu mengasihi kita [1Yohanes 4:19]. Saat Allah menciptakan kita sesuai dengan gambaran Allah sendiri, kita pun membawa kasihNya dalam diri kita.  KasihNya dalam dan lebar. Rasul Paulus mengatakan bahwa tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus Yesus.

Yesus memberikan sebuah perumpamaan dalam Lukas 15 mengenai anak yang hilang. Dalam perumpamaan ini, digambarkan mengenai kasih seorang Bapa kepada anakNya. Walaupun sang anak mengabil setengah dari harta warisan bapanya (dalam beberapa tradisi, hal ini menunjukkan bahwa sang anak ingin agar bapanya cepat meninggal)dan meninggalkan bapanya. Namun bapa dari anak itu tidak berhenti berharap dan berbaikan dengan anaknya. Saat dia melihat anaknya dari jauh, dia berlari, memeluk dan mencium anaknya. Allah itu seperti bapa dalam cerita ini. Dia begitu mengasihi kita dan tidak akan membiarkan kita untuk mengambil jalan yang salah. Itulah alasan mengapa Dia mengirimkan anakNya untuk mati menebus dosa kita.

Kekristenan merupakan suatu hubungan kasih antara Allah dan umatNya. Kekristenan bukan hanya melakukan rutinitas agama tetapi adalah hubungan kita dengan Allah.  Anak-anak Skewa mencoba mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus (mengira bahwa itu adalah bagian dari ritual agama) namun mereka tidak berhasil [Kis 19:16] oleh karena mereka tidak memiliki hubungan dengan Tuhan. Tanpa hubungan dengan Tuhan, perjalanan kekristenan kita hanyalah aktifitas keagamaan yang tidak memiliki arti yang sesungguhnya yaitu hubungan kasih.

Kesimpulan :
Seseorang tidak akan melakukan peperangan rohani, kalau kasih Kristus tidak dimiliki. Mereka akan perang karena termotivasi akan berkat, upah, gengsi, dan prestasi. Bukan karena "pengenalan" yang timbul dari "kasih"

BAHAN SOUL 28 MARET 2012
Proses-proses untuk menerima "hak" memerintah dalam otoritas Tuhan.

Pada waktu kita bertobat kita mendapat hak keselamatan dan masuk surga tapi ada bagian yang banyak orang kristen tidak mendapatkan. Yaitu "hak" untuk memerintah.
Kenapa kita harus punya kuasa "memerintah" ? Karena ada banyak miliki kita dan yang Tuhan sudah tetapkan menjadi hak kita, saat ini direbut atau diambil oleh iblis. Iblis membutakan mata rohani kita agar kita tidak tahu bawa Tuhan memberi kita hak untuk memerintah. Sehingga yang terjadi banyak hal menjerat dan menguasai kita tapi, kita tidak mampu berbuat apa-apa pada keadaan itu. Karena tidak punya kuasa memerintah.

Beberapa proses rohani untuk kita mendapatkan hak memerintah. Karena iblis akan mencari cacat rohani kita dan mendakwa dihadapan Tuhan agar kita tidak berhak mendapatkan ini.
Ini proses rohaninya.
Kita ambil dari contoh kehidupan orang yang memiliki hak memerintah yaitu Daud. Dia melewati proses ini :
Proses diri sendiri
1 samuel 16:21
(21) Demikianlah Daud sampai kepada Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan ia menjadi pembawa senjatanya.
Kata pelayan yang dimaksud adalah proses menjadi hamba. Kita tidak akan bisa mendapatkan kuasa Tuhan untuk memerintah kalau kita tidak mematikan keinginan daging. Daud seorang gembala domba yang biasa bebas. Dia harus masuk proses menjadi "pelayanan" dalam sistem kerajaan yang ketat.

Proses keluarga
1 samuel 17:28
(28) Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran."
Proses ini datang dari keluarga, yang dimaksud keluarga adalah keluarga secara daging, dan keluarga gereja. Terkadang keluarga yang akan menjadi "batu" proses untuk membentuk kerohanian kita.

Proses lingkungan
1 samuel 19:18
(18) Setelah Daud melarikan diri dan luput, sampailah ia kepada Samuel di Rama dan memberitahukan kepadanya segala yang dilakukan Saul kepadanya. Kemudian pergilah ia bersama-sama dengan Samuel dan tinggallah mereka di Nayot.
Daud sudah ada dilingkungan kerajaan, tentunya sesuatu yang sangat menyenangkan. Tetapi ternyata di menjadi musuh dan buronan raja. Seringkali keadaan kita mengalami hal yang sama. Pada waktu kita mulai sungguh-sungguh sama Tuhan lingkungan kita seakan menjadi musuh. Tapi sebetulnya ini proses terakhir, apakah kita tetap punya kasih atas mereka. Karena hak memerintah hanya akan diberikan bagi orang yang mau terus- menerus mengasihi Tuhan.

Susutkan kainmu (6 MARET 2012)
Materi SOUL ini dibagikan untuk mempersiapkan seorang jadi tentara yang yang memiliki jiwa yang sudah dipulihkan. Materi akan saya khotbahkan minggu ini. Dalam pertemuan SOUL kali ini, kita akan fokus pada doa pemberesan buat semua anggota yang masih memiliki akar pahit yang menguasai jiwa. Sehingga tidak bisa bertumbuh rohaninya menjadi dewasa dan dilantik menjadi tentara.

Matius 9:16-17
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Kebenaran didalam sebuah agama hanya bisa untuk menambal sulam bagian-bagian yang cacat didalam hidup kita. Dan untuk sesaat akan membuat lubang-lubang tertutupi. Dan terlihat bagus. Tapi tiba saatnya air hujan membasahi, yang akan terjadi malah akan mengoyakan kain tersebut. Karena terjadi penyusutan. Begitu juga dengan hidup kita. Pengajaran firman yang diambil sebagian-sebagian saja hanya akan menambal bagian yang berlubang dalam hidup kita. Tapi saat kita dihadapkan sesuatu yang lebih besar. Kain itu akan koyak.
Tuhan ingin kita menanggalkan bukan menambal, karena ini bicara tentang perkawinan dan pesta, tidak ada seorangpun yang datang kepesta dengan pakaian yang ditambal-tambal.
Efesus 4:22-24
yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Menanggalkan : melepaskan bukan menambalkan. Menanggalkan pakaian lama hidup kita
Nafsu : keinginan dari jiwa. Manusia hidup harus memiliki nafsu. Tapi nafsu yang masih dikuasai oleh dosa akan membawa kehancuran
Kebenaran : pada waktu kita menambal kebenaran agama dalam hidup kita, idup kita tidak akan cukup kuat menahan rencana Tuhan dalam hidup ini. Karena kebenaran Tuhan akan ditangkap dengan cara yang salah oleh jiwa dan pikiran kita. Akan terjadi salah paham rohani.
Kekudusan : kehidupan kudus sesuai dengan dasar firman Allah.

Kantong anggur bicara jiwa.
Apa yang ada dalam jiwa kita harus di ganti. Karena pada saat firman dan roh kudus masuk dalam hidup ini dan terjadi proses "peragian" rohani yang akan membuat volume anggur akan membesar dan kantong yang lama (tidak elastis) akan pecah. Hanya kantong yang baru yang siap untuk terima pembesaran volume hadirat dan karya Tuhan.
Contoh : pada waktu kita masuk dalam hadirat Tuhan itu mudah. Karena kita hanya dibawa masuk. Tapi reaksi dari hadirat Tuhan itu yang sulit dan tidak semua orang siap dengan reaksi yang terjadi setelah hadirat itu masuk. Karena banyak orang yang tidak mau membereskan manusia (jiwa) lama. Tetap bertahan dengan manusia lamanya.


 
Support : Radio Ivana | City of God Bookstore | City of God Dancer
Copyright © 2013. CITY OF GOD MINISTRY - All Rights Reserved
Powered by Stefanus Susanto