Renungan City of God: 1 Agustus 2018

Renungan City of God:
1 Agustus 2018

Bacaan: Kolose 1:15-29

Melalui doa yang di panjatkan oleh Paulus, ia ingin mengajak kita saat ini menyadari bahwa kita memiliki Allah yang begitu mengasihi kita yaitu Yesus Kristus. Dengan kasihNya itu “Melayakkan kita untuk mendapat bagian dalam kerajaanNya sebagai orang-orang kudus”. Dia “melayakkan – melepaskan – memindahkan – menebus – mengampuni”, bahwa Allah di dalam Yesus Kristus berkorban untuk keselamatan kita. Itulah Allah yang kita imani dan yang kita kenal.

Maka dari itu, dengan pengenalan seperti itu kita diarahkan untuk dapat memahami apapun kondisi kehidupan yang sedang kita hadapi dan apapun yang akan terjadi, kita selalu menanggungnya dengan “Tekun, Sabar, bersyukur dan bersukacita” (ay.11-12). Bahwa sukacita seorang Kristen itu adalah sukacita di dalam setiap keadaan. Iman akan semakin kuat dan bertumbuh ketika kita mengandalkan iman kepada Tuhan atas setiap situasi hidup yang kita lalui.

“Tekun, Sabar, bersyukur dan bersukacita” harus nyata bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. Sebab tidak ada alasan untuk tidak berbuat seperti itu karena iman kita kepada Allah yang memberi jaminan atas keselamatan kita. Maka apapun kondisi dan situasi yang kita hadapi ke-empat hal di atas akan tetap bergelora dalam kehidupan kita.

“Tekun” di atas dasar iman yang telah terbangun dalam diri kita, walau apapun yang akan terjadi ‘tak akan memisahkan kita dari Tuhan. “Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi Tuhan Allahmu” (Yosua 23:11).

“Sabar” menahan diri tidak gegabah, tetap menguasai diri dalam terang Firman Tuhan, sebab akan tiba waktunya kita menerima buah dari kesabaran kita. “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota” (Amsal 16: 32)

“Bersyukur” atas apapun yang ada dalam hidup kita, sebab bersyukur akan membuat kita mampu melewati hal yang sukar, bersyukur akan membuat kita senantiasa memandang Allah dan menjauh dari ketakutan, sebagaimana Paulus mengatakan: “Mengucap syukurlah dalam segala hal” ( 1 Tes. 5: 18).

“Bersukacita” adalah sikap kita merespon atas apapun yang terjadi, sebab sukacita tidak datang dari perasaan atau pikiran kita tetapi sukacita adalah sinar dari iman yang menyinari hidup kita. “Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan, sekali lagi kukatakan: bersukacitalah” (Filipi 4:4)

Posted in Uncategorized.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *