Renungan City of God: 2 Agustus 2018

Renungan City of God:
2 Agustus 2018

Bacaan: Kolose 2:6-23

Kolose 2:7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Pertumbuhan rohani merupakan hal yang dikehendaki Tuhan terjadi pada setiap orang percaya. Kenyataannya Allah menciptakan kita adalah untuk menjadi serupa dengan Kristus. Karena itu setiap orang percaya perlu untuk bertumbuh. Bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Kristus. Dalam hal inilah Rasul Petrus menjelaskan dalam 2 Petrus 3:18, “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.“

Dari sini kita melihat bahwa Allah menginginkan agar kita dapat menjadi dewasa dan mengembangkan karakteristik yang dimiliki Yesus Kristus. Masalahnya adalah, pertumbuhan jasmani kita seringkali tidak berjalan seimbang dengan perumbuhan rohani. Banyak orang lebih mementingkan pemenuhan gizi bagi kebutuhan jasmaninya, sehingga mereka mengabaikan hal-hal yang bersifat rohani.

Tahukah kita, bahwa pertumbuhan rohani kita tidaklah didapat secara otomatis. Dibutuhkan komitmen yang terencana. Kita harus mau bertumbuh, memutuskan untuk bertumbuh dan melakukan upaya untuk bertumbuh serta terus-menerus bertumbuh dalam satu pertumbuhan yang sehat. Karena itu pertumbuhan rohani adalah satu proses yang panjang yang harus dipikirkan sejak dini.
Jangan sampai, kita bertahun-tahun menjadi seorang Kristen tapi pengenalan kita akan Tuhan tetap saja dangkal! Sebab jika demikian, maka kita sebenarnya sedang tidak mengalami pertumbuhan. Dalam hal ini, penulis Ibrani pernah menegur kehidupan jemaat yang demikian: “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras” (Ibrani 5:12).

Hal yang paling kuat membentuk kehidupan kita adalah komitmen-komitmen yang kita buat. Komitmen-komitmen kita bisa mengembangkan kita atau bahkan menghancurkan kita. Artinya adalah ketika kita menempatkan diri untuk berusaha bertumbuh di dalam Kristus, maka kita pasti akan memacu diri untuk mengalami pertumbuhan itu. Sebaliknya jika kita menempatkan diri untuk tidak mau bertumbuh di dalam kristus maka itu berarti kita sedang berusaha menghancurkan iman kita.

Kita juga harus hati-hati dengan semua filsafat dunia dan tipu daya kekayaan yang akan membuat Pertumbuhan rohani kita terhenti. Seakan kita memacu kerohanian kita karena dorongan kebutuhan jasmani padahal iman kita justru mati dan Tuhan tidak berkenan karena materilah yang sebenarnya kita kejar bukan pribadiNya.

Awasi selalu hidup kita agar Pertumbuhan rohani kita senantiasa bertumbuh dengan sempurna. Sesungguhnya kita diminta berbuah dan bertumbuh. Bertumbuh dan berbuah adalah dua hal yang berbeda, tetapi kait-mengkait. Tak mungkin ada buah kalau tidak ada pertumbuhan. Pertumbuhan itu adalah proses untuk berbuah. Karenanya, mari memberikan dampak dan berbuah untuk kemuliaan bagi TUHAN.

Posted in Uncategorized.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *