Renungan City of God

Renungan City of God

Bacaan: Titus 2:1-15

Titus 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.

Jika kita sudah mengalami kasih Tuhan yang begitu luar biasa ini, tidakkah kita rindu membalas kasih-Nya? Banyak orang Kristen berkata mengasihi Tuhan, tapi apa buktinya? Mengasihi Tuhan tidak cukup hanya rajin beribadah atau rutin memberi persembahan untuk pekerjaan Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa bukti kita mengasihi Tuhan adalah ketika “…kita menuruti perintah-perintah-Nya.” (1 Yohanes 5:3). Menuruti perintah Tuhan berarti mampu bersikap tegas terhadap dosa, tidak berkompromi sedikit pun dengan segala hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Penegasan inilah yang disampaikan rasul Paulus kepada Titus bahwa bukti kita mengasihi Tuhan adalah “…meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi…”

Hal duniawi apa saja yang harus kita tinggalkan:

1. Melepaskan Kefasikan.
Setelah percaya hal pertama yang harus lepas/tinggalkan dari hidup kita adalah kefasikan dan kita tidak boleh lagi hidup seperti orang fasik dan hal ini bukan perkara mudah karena:

• kecenderungan hati manusia selalu mengarah kepada kefasikan atau apa yang jahat, sebagaimana yang Paulus katakan dalam Rom 7:15 & 19 “Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat…. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.
• suka kembali kepada manusia lama, setelah bertobat setiap kita sering berlaku seperti bangsa Israel yang selalu mengingat kepada kenikmatan Mesir (Bil.11:5).
Karena itu penting sekali kita menyadari bahwa kita sudah menjadi ciptaan baru, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik (Ef 2:10), untuk menanggalkan yang jahat dengan menyangkal diri dan pikul salib didalam mengiring Yesus. Kita percaya Kristus yang tinggal di dalam kita akan memampukan kita melakukan semua itu.

2. Melepaskan keinginan daging.
Yakobus mengatakan bahwa pencobaan yang sering kita alami sesungguhnya bukan berasal dari si iblis tetapi berasal dari keinginan daging kita yang terus menerus berusaha memikat dan menyeret kita untuk berbuat dosa (Yak 1:14), ini perkara kedua yang harus kita tinggallkan. Dan untuk mengalahkan keinginan daging tersebut kita harus hidup oleh Roh, fokus kepada perkara-perkara Rohani, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

Hiduplah bijaksana, adil dan beribadah dalam takut akan Tuhan. Oleh karena itu penting sekali setiap kita MELATIH diri kita untuk KONSISTEN dalam beribadah karena ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1Tim 4:8)

Posted in Uncategorized.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *